+ -

Pages

Minggu, 31 Juli 2011

[daarut-tauhiid] Tanya tentang artikel manfaaat terawih

Assalamualaikum

Saudara-saudaraku seiman yang dirahmati Allah
Saya ingin meminta pendapat mengenai artikel yang saya dapat dari email teman, apakah benar manfaat2 yang dijelaskan disana, dan apakah hadisnya shahih? Terima kasih

Wassalamualaikum

I'm Just a little dust

===

http://sitidjenar.wordpress.com/2008/09/18/manfaat-sholat-tarawih/


Shalat Tarawih merupakan shalat sunnah yang dilaksanakan pada bulan Ramadan. Setiap kali masanya tiba, berduyun-duyun masjid menjadi penuh selepas waktu Isya. Namun apa sebetulnya manfaat dan janji Allah yang dimaktubkan dalam Shalat Tarawih?

Sebuah hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, bahwa suatu hari Rasullullah SAW ditanya oleh sahabatnya, tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulan Ramadan. Maka Rasullullah SAW bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada :

Malam ke-1:
Terlepaslah ia dari dosa-dosanya seperti ketika ia baru dilahirkan oleh ibunya.

Malam ke-2:
Allah swt memberi pengampunan kepadanya dan kepada kedua orang tuanya jika keduanya mukmin (orang yang beriman)

Malam ke-3:
Malaikat berseru dari bawah Arsy ; mulailah beramal semoga allah swt mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu.

Malam ke-4:
Mendapatkan pahala sama dengan pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqon (al Quran)

Malam ke-5:
Allah memberi pahala kepadanya seperti pahala orang yang shalat di Masjid Alharam (masjidil haram) di Makkah,masjid Nabawi di Madinah dan masjid Al Aqsha di Palestina.

Malam ke-6:
Allah akan memberi pahala seperti pahala orang yang tawaf di-baitul mamur, dan batu-batu serta tanah liat memohonkan ampun untuknya. (subhanallah sungguh luar biasa, batu dan tanah yang kita injak selama ini,ternyata bisa memintakan ampunan kepada Allah untuk kita).

Malam ke-7:
Seakan-akan dia berjumpa nabi Musa a.s kemudian menolongnya dari Kerajaan Firaun dan Hamman.

Malam ke-8:
Allah memberikan kepadanya, apa yang pernah Allah berikan kepada Nabi Ibrahim a.s

Malam ke-9:
Dia menjadi seperti seorang hamba Allah yang beribadah kepadanya seperti ibadahnya seorang nabi.

Malam ke-10:
Allah memberikan anugerah kepadanya,berupa kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.

Malam ke-11:
Maka ia akan meninggal dunia dalam keadaan seperti bayi yang baru lahir (meninggal dengan tanpa membawa dosa /husnul khotimah)

Malam ke-12:
Pada Hari Kiamat, Anda akan bangkit dengan muka cemerlang seperti bulan.

Malam ke-13:
Pada Hari kiamat, Anda akan bebas dari ketakutan yang membuat manusia sedih.

Malam ke-14:
Para malaikat memberi kesaksian shalat tarawih anda, dan Allah tidak menghisab anda lagi.

Malam ke-15:
Anda akan menerima shalawat dari para malaikat, termasuk malaikat penjaga Arsy dan Kursi.

Malam ke-16:
Anda akan mendapat tulisan "Selamat" dari Allah, anda bebas dari surga, dan lepas dari neraka.

Malam ke-17:
Allah akan memberi pahala kepada anda sesuai pahala para nabi.

Malam ke-18:
Malaikat akan memohon kepada Allah agar anda selalu mendapat restu.

Malam ke-19:
Allah akan mengangkat derajat anda ke Firdaus (surga yang tinggi)

Malam ke-20:
Diberikan pahala kepada anda sesuai pahala para syuhada dan shalihin.

Malam ke-21:
Allah akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya untuk anda disurga.

Malam ke-22:
Anda akan merasa aman dan bahagia pada hari kiamat, karena Anda terhindar dari rasa takut yang amat sangat.

Malam ke-23:
Allah akan membuat sebuah kota untuk Anda di dalam surga.

Malam ke-24:
Allah akan mengabulkan 24 permohonan Anda selagi Anda masih hidup di dunia.

Malam ke-25:
Anda akan bebas dari siksa kubur.

Malam ke-26:
Allah akan derajat amal kebaikan Anda sebagaimana derajat amal kebaikan Anda selama 40 tahun.

Malam ke-27:
Anda akan secepat kilat bila melewati Siratalmustakim nanti.

Malam ke-28:
Anda akan dinaikkan 1.000 kali oleh Allah di dalam surga kelak.

Malam ke-29:
Allah akan memberi pahala kepada Anda seperti Anda menjalani ibadah haji 1.000 kali yang diterima Allah.

Malam ke-30:
Allah menyuruh kepada Anda untuk memakan semua buah di surga, minum air kausar, mandi air salsabila (air surga), karena Allah Tuhan Anda, dan Anda hamba Allah yang setia.
===


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

5 Daarut Tauhiid: Juli 2011 Assalamualaikum Saudara-saudaraku seiman yang dirahmati Allah Saya ingin meminta pendapat mengenai artikel yang saya dapat dari email teman,...

[daarut-tauhiid] Info : Acara di BINUS

 



Kegiatan Ramadhan 2011 A.       Kegiatan Rutin1.        Kajian Rutin (Senin dan Kamis) Hari/Tanggal        : 4, 8, & 11 Agustus 2011
Waktu                  : 16.00 – Selesai
Tempat                 : Masjid Binus Kampus Anggrek
Tujuan                  : Menambah, menguatkan, dan mampu
  memahami, wawasan keilmuan agama Islam
Sasaran                 : Civitas Binus
 
2.        Shalat Isya dan Tarawih
Hari/Tanggal        : 1 – 5 Agustus 2011 dan 8 – 12 Agustus 2011
  (Senin – Jum'at)
Waktu                  : 16.00 – Selesai
Tempat                 : Masjid Binus Kampus Anggrek, dan Musholla
  Kampus Syahdan
Acara                    : Shalat Isya & Tarawih berjamaah, & Kultum
  (sebelum Shalat Witir)
Tujuan                  : Memudahkan Civitas Muslim untuk
melaksanakan Sholat Isya' dan Tarawih
berjamaah
Sasaran                 : Civitas Muslim Binus
 
3.        Obor (Obrolan Ramadhan)
Hari / Tanggal      : 8 – 12 Agustus 2011
Waktu                  : 17.00-18.00 WIB
Tempat                 : Radio B-Voice
Tujuan                  : Mengupas obrolan Islami seputar Ramadhan
  sekaligus memberikan pengetahuan kepada
  civitas muslim Binus
Sasaran                 : Civitas Binus
 
4.        Ifthor Harian
Hari / Tanggal      : Senin s/d Jum'at Selama Ramadhan
Waktu                  : 17.00-19.00 WIB
Tempat                 : Masjid Binus Kampus Anggrek, Musholla
  Syahdan dan  Musholla Kijang
Acara                    : Ifthar
Tujuan                  : Mempermudah Saudara Muslim Berbuka puasa
  pada waktunya dan mempererat tali
  persaudaraan sesama Civitas Muslim Binus serta
  Pengurus MT Al-Khawarizmi
Sasaran                 : Civitas Muslim Binus
 
5.        Kajian Tafsir Al-Qur'an
Hari / Tanggal      : Jum'at (5 & 12 Agustus 2011)
Waktu                  : 16.00 - 18.00 WIB
Tempat                 : Masjid Binus Kampus Anggrek
Acara                    : Kajian Tafsir Al-Qur'an, dan Ifthar
Tujuan                  : Mempermudah Saudara Muslim Berbuka puasa
  pada waktunya dan mempererat tali
  persaudaraan sesama Civitas Muslim Binus serta
  Pengurus MT Al Khawarizmi, serta mengkaji
  lebih dalam mengenai tafsir Al Qur'an
Sasaran                 : Civitas Muslim Binus
 
B.       Kegiatan Non Rutin1.    Pawai Ramadhan

Hari / Tanggal      : Sabtu, 30 Juli 2011
Waktu                  : 16.00 - 18.00 WIB
Tujuan                  : Menghimbau kepada Masyarakat dan civitas
  Muslim Binus untuk mempersiapkan diri,
  lingkungan, dalam datangya bulan Suci
  Ramadhan.
Sasaran                 : Civitas Muslim Binus dan juga Pengurus
 
Rute : 
Musholah Syahdan – Binus Square – Masjid Anggrek
 
Deskripsi :
Pawai Akbar penyambutan Bulan Suci Ramadhan dengan berjalan Kaki Bersama
 
Pelaksanaan Kegiatan :
-       Mengundang Muslim UKM lain.
-       Sepanjang jalan menghimbau kepada Masyarakat dan civitas Muslim
Binus untuk mempersiapkan diri, lingkungan, dalam datangya bulan Suci
Ramadhan.
-       Pembagian booklet panduan Ramadhan dan jadwal sholat dan imsak.
-       Pemegangan spanduk selama pawai Ramadhan.
-          Di akhir pawai bisa di akhiri dengan saling bermaafan antar
sesama (seperti yang di contohkan Nabi SAW dan Sahabat), silaturahim dan
di akhir acara di isi dengan Tausiah dari Ustadz, dalam mempersiapkan
Keilmuan dan Mental dalam Melaksanakan Ibadah Ramadhan (ba'da maghrib).
 
2.    Lomba
Hari / Tanggal      : Selasa – Rabu, 2 - 3 agustus 2011
Waktu                  : 08.00 - 14.00 WIB
Sasaran                 : Masyarakat Sekitar, anak-anak, remaja
Tempat                 : M2C & M2D
Tujuan                  :
-       Pengenalan, penggambaran citra diri atau visual (image) tentang
sesuatu, yang digambarkan secara objektif dalam objek atau nuansa Islam.
-       Meluapkan semangat dan keterampilan anak dalam menyanyi dan
bersholawat, tentunya lagu Islami (Sholawat), dengan begitu anak di
upayakan tumbuh semangat berpantun atau syair Islami dan sholawat dengan
nafas Islam.
-       Menggerakkan anak untuk menyuarakan panggilan Sholat, memotivasi
tuk menyuarakan kebenaran dengan Adzan, melatih anak untuk berkompetisi
dalam menyuarakan panggilan ALLAH SWT.
-       Melatih ingatan dalam menghafal pedoman hidup, baik hafalan, dan lafadz.
-       Pelatihan dirim pengetahuan, wawasan, motivasi, keterampilan,
dan mental, pengembangan dari anak hingga mencapai usia remaja, dengan
perlombaan, bukan tuk mencari pemenang, akan tetapi calon juara atau
pemimpin, penerus semangat para sahabat.
-       Untuk diri kita sendiri, melatih bagaimana menjadi seorang yang
memiliki jiwa kasih sayang kepada yang lebih muda, dan rasa hormat
kepada yang lebih tua.
-       Dan mengingatkan kembali pada diri kita, ketika masih masa anak - anak.
 
Deskripsi :
Segment 
Anak-anak / TK
-       Mewarnai  > Gambar Islami
TK yang ikut serta maksimal 12 TK, maksimal 5 orang perwakilan dari setiap TK.
-       Nasyid Islami  >  Group
TK yang ikut serta maksimal 12 TK, maksimal 1 group (bebas personil terdiri dari berapa orang) perwakilan dari setiap TK.
 SD
-       Adzan
SD yang ikut serta maksimal 6 SD, maksimal 2 orang perwakilan dari setiap SD.
-       Cerdas Cermat
SD yang ikut serta maksimal 6 SD, maksimal 1 group (3 orang) perwakilan dari setiap SD.
SMA
-       Cerdas cermat
SMA yang ikut serta maksimal 6 SMA, maksimal 1 group (3 orang) perwakilan dari setiap SMA.
-       Fotografi (Tema : Indahnya Ramadhan) à Tidak ada batas orang yang ikut dari setiap SMA.
-       Desain Poster (Tema : Membangun Semangat Ramadhan) à Tidak ada batas orang yang ikut dari setiap SMA.
Seluruh peserta (TK, SD, SMA) yang mendaftar "free" (tidak dikenakan biaya).
 
3.    Tabligh Akbar
Kolaborasi Ramadhan & PMB, namun tak hanya itu, tapi seluruh aktivis Muslim
 
Hari / Tanggal      : Jum'at, 5 Agustus 2011
Waktu                  : 13.00 - 18.00 WIB
Sasaran                 : Civitas Binus, Mahasiswa/i Binus baru,
  UKM+HMJ
Tempat                 : Auditorium
Tujuan                  :
-       Menyemarakkan Ramadhan, arti sebenarnya dari Ramadhan.
-       Pengenalan kembali kepada Islam, dan tentunya Ramadhan.
-       Melatih ingatan, penambahan ilmu pengetahuan, wawasan, serta motivasi.
-       Menumbuhkan semangat kebersamaan, islami, pada anak-anak dan remaja.
-       Menggemakan suara nafas islami dengan Musik, sebagai salah satu senjata kuat penyemangat bagi diri (kata Maher Zain).
-       Saling berbagi dan, mencoba tuk mengerti setiap insan saudara kita.
-       Tausiah sebagai salah satu sumber bertambahnya Ilmu, pengetahuan, wawasan, dan pengalaman.
-       Pembelajaran kembali makna Ramadhan yang sebenarnya.
-       Sejenak merasakan keindahan bersama dalam beragam dan berbeda umur.
 
4.    Ta'jil on the Road
Hari / Tanggal      : Rabu, 10 agustus 2011
Waktu                  : 17.00 – 17.30 WIB
Sasaran                 : Musafir (pengendara atau pejalan kaki) sekitar
  Binus
Tempat                 : Daerah sekitar Binus kampus Syahdan dan
  kampus Anggrek.
Tujuan                  :
-       Dengan berlandaskan apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW,
memberikan ifthor (berbuka puasa berupa makanan ringan) kepada orang -
orang yang berpuasa.
"Barangsiapa yang memberi ifthar kepada orang-orang yang berpuasa, maka
ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa
mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut" (HR.Turmudzi dan
An-nasa'i).
-       Hal memberikan makan dan sedekah bukan hanya untuk keperluan
ifthot, melainkan juga untuk segala kebajikan, Rasulullah SAW yang
dikenal dermawan dan penuh peduli terhadap nasib umat, pada bulan
Ramadhan kedermawanan dan kepeduliannya tampil lebih menonjol, kesigapan
beliau ini bahkan dimisalkan sebagai "Lebih cepat dari Angin"
(HR.Bukhori).
-       Dengan begitu jelas, kita belajar kedermawanan, keikhlasan, juga tentunya melaksanakan sunnah.
 
Rute :
Sekitar pertigaan syahdan - anggrek
 
Deskripsi :
Pembagian Ta'jil kepada pengendara atau civitas muslim sekitar
5.    Tilawah Al-Qu'ran  &  I'tikaf
Khusus Ikhwan (Laki-laki)
 
Hari / Tanggal      : Sabtu, 18 September 2010
Waktu                   : 10.00 – 14.00 WIB
Tempat                  : Di rumah Pengurus
Tujuan                   : Mempererat ukhuwah Antar Pengurus
Sasaran                 : Pengurus MT Khusus Ikhwan dan Civitas
                               Muslim Binus
Tujuan                  : Mengamalkan sunnah, Belajar, Memperbanyak
  dzikir kepada ALLAH SWT, Mentadabburi,
  Memahami, dan Mengamalkannya, Pendekatan
  Diri kepada Sang ILLAHI.
  Tentunya berdasarkan Bahwa Ramadhan, bulan
  di mana Al-Qur'an di turunkan.
  (QS.Al-Baqoroh:185).
  Imam Az-Zuhri pernah berkata "Apabila datang
  Ramadhan maka kegiatan utama kita (selain
  Shiyam) ialah membaca Al-Qur'an.
 
Deskripsi :
Membaca Al-Qur'an bersama dan I'tikaf (disertai Sholat Tahajud Bersama)
 
6.    Halal Bihalal Pengurus
Hari / Tanggal      : 9 September 2011
Waktu                   : 16.00 – 18.00 WIB
Tempat                  : Di rumah Pengurus
Tujuan                   : Mempererat Ukhuwah Antar Pengurus
Sasaran                 : Pengurus MT Al-Khawarizmi
 
7.    Kunjungan dan Ifthar dengan saudara di panti
Hari / Tanggal      : 13 Agustus 2011
Waktu                   : 16.00 – 20.00 WIB
Tempat                  :  
Tujuan                   : Silahturahim, saling berbagi, mengenal,
                               memahami, memperkuat kesadaran diri, hati,
                               dan pikiran, memperkuat iman dan takwa,
                               memperkuat ukhuwah, belajar syukur, sabar,
                               dan ikhlas.
Deskripsi               : Silahturahim, saling berbagi dan buka puasa
                               bersama, juga bisa diisi dengan tausiah, berbagi
                               cerita, ilmu pengetahuan, dan lain – lain.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___
5 Daarut Tauhiid: Juli 2011   Kegiatan Ramadhan 2011 A.       Kegiatan Rutin1.        Kajian Rutin (Senin dan Kamis) Hari/Tanggal  ...

[daarut-tauhiid] Puasa of the day : Puisi- Makna Sebuah Titipan

 

MAKNA SEBUAH TITIPAN
W.S. Rendra

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa :
sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua derita adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas perlakuan baikku,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah.
ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja
[lm-05/11]
----------------------------------------------------------
l.meilany
310711/29sya'ban1432h

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___
5 Daarut Tauhiid: Juli 2011   MAKNA SEBUAH TITIPAN W.S. Rendra Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa : se...

[daarut-tauhiid] Menyambut Bulan Suci Ramadhan

 

Menyambut Bulan Suci Ramadhan

By: M. Agus Syafii

Beberapa hari ini Di Rumah Amalia ada perbincangan hangat buat kami yaitu menyambut bulan suci Ramadhan. Wajah anak-anak Amalia terlihat gembira, sudah terbayang bulan suci Ramadhan dengan puasa dan sholat tarawih. 'Wah, asyik ya sebentar lagi bulan Ramadhan,' kata Malini. 'Iya asyik, abis itu lebaran pake baju baru..' jawab Andre. Disambut senyuman teman2nya. Saya teringat bahwasanya Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam bersabda.

Sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Allah telah menetapkan kewajiban puasa kepada kalian, di dalam bulan Ramadhan dibuka pintu surga dan dikunci segala pintu neraka serta dibelenggu semua setan. Di dalam bulan Ramadhan ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak diberi keberkahan pada malam itu maka berarti dia tidak akan mendapatkan keberkahan (HR. Ahmad & an-Nasai).

Berdasarkan hadist diatas tentang kemuliaan da keistimewaan serta keberkahan bulan Ramadhan maka kita dianjurkan untuk tahniah, memberi ucapan selamat datang bulan suci Ramadhan. Di dalam hadist yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, disaat Nabi melihat hilal Ramadhan Nabi membaca doa menyambut Bulan Suci Ramadhan.  Doa Menyambut Bulan Suci Ramadhan: Allahuma ahillahu 'alainaa bil yumni wal iimaani wassalaamati wal islaami robbi warobbukallah. Artinya, Ya Allah yang telah menetapkan hilal kepada kami dengan aman, iman, selamat dan Islam Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, hilal yang baik & benar (HR. at-Tirmidzi).

Wassalam,
M. Agus Syafii
---
Yuk, raih keberkahan ramadhan hadir pada kegiatan 'Berkah Ramadhan Bersama Amalia' (BELIA) jam 4 s.d 6 sore, Ahad, 14 Agustus 2011. Bila berkenan berpartisipasi buku2, pakaian, peralatan sekolah, peralatan sholat, konsumsi berbuka. Kirimkan ke Rumah Amalia. Jl. Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___
5 Daarut Tauhiid: Juli 2011   Menyambut Bulan Suci Ramadhan By: M. Agus Syafii Beberapa hari ini Di Rumah Amalia ada perbincangan ...

Sabtu, 30 Juli 2011

[daarut-tauhiid] Fwd: Berinteraksi Dengan Al-Qur'an

---------- Forwarded message ----------

From: Mailinglist alsofwah
To: syiar-alsofwah@alsofwah.or.id


Berinteraksi Dengan Al-Qur'an

Di antara nikmat yang layak kita syukuri adalah Allah menurunkan
kepada kita al-Qur'an al-Karim, Kitab yang penuh dengan berkah. Allah
berfirman, artinya, "Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan
kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya
dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran."
(QS. Shad:29).

Sesungguhnya kita meyakini al-Qur'an adalah kalamullah, Kitab yang
tidak ada keraguan di dalamnya. Allah berfirman, artinya, "Itu adalah
Kitab (al-Qur'an) tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka
yang bertakwa."  (QS. al-Baqarah: 2).

Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk senantiasa berinteraksi
dengan al-Qur'an, agar mendapatkan pahala yang besar dan berlipat
ganda. Allah berfirman, artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang selalu
membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian
dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan
terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan
merugi" (QS. Fathir: 29).

Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas, "Allah mengabarkan keadaan
hamba-hamba-Nya yang mukmin, yang membaca Kitab-Nya, beriman
dengannya, dan beramal sesuai dengan yang diperintahkan seperti
mengerjakan shalat dan menunaikan zakat."

Rasulullah bersabda, "Orang-orang yang mahir membaca al-Qur'an akan
bersama para malaikat yang mulia yang senantiasa berbuat baik, sedang
yang membaca al-Qur'an dengan tertatih-tatih dan terasa berat, baginya
dua pahala."  (Muttafaq 'alaih).

Demikian juga kepada mereka yang berpaling dari al-Qur'an,
meninggalkan dan tidak mengambil manfaat darinya, diancam dengan siksa
yang amat pedih. Allah berfirman, artinya, "Dan siapakah yang lebih
zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat
Tuhannya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah
dikerjakan oleh kedua tangannya?"  (QS. al-Kahfi: 57).

Allah juga berfirman, artinya, "Barangsiapa yang berpaling dari
pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (al-Qur'an), kami adakan baginya
setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang
selalu menyertainya."  (QS. az-Zukhruf: 36).

Di antara bentuk-bentuk interaksi dengan al-Qur'an adalah sebagai berikut:

1. Memperbanyak bacaan al-Qur'an dan secara terus-menerus.
Membaca al-Qur'an merupakan bentuk ibadah kepada Allah dan dianjurkan
agar senantiasa dilakukan, Allah berfirman, artinya, "Dan bacakanlah
apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (al-Quran). Tidak
ada (seorang pun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu
tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya."
(QS. al-Kahfi: 27).
Allah juga berfirman, artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang selalu
membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian
dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan
terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan
merugi; agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan
menambah kepada mereka dari karunia-Nya."  (QS. Fathir: 29-30).
Rasulullah juga memberi dorongan untuk membaca al-Qur'an. Beliau
bersabda, "Bacalah al-Qur'an karena sesungguhnya ia akan datang
memberi syafaat pada hari kiamat bagi para pembacanya."  (HR. Muslim).
Rasulullah dan para sahabat adalah contoh nyata, betapa mereka
senantiasa membaca al-Qur'an. Imam an-Nawawi berkata: Kaum salaf
memiliki kebiasaan yang berbeda-beda dalam menghatamkan al-Qur'an.
Ibnu Abi Daud meriwayatkan dari sebagian salaf bahwa mereka
menghatamkan al-Qur'an tiap dua bulan satu kali, yang lain tiap bulan
sekali, sebagian lagi tiap sepuluh malam, lima malam, dan seterusnya.

2. Memperbagus bacaan dan suara
Allah berfirman, artinya, "Dan bacalah al-Quran itu dengan
perlahan-lahan."  (QS. al-Muzzammil: 4).
Rasulullah bersabda, "Baguskanlah al-Qur'an dengan suaramu, karena
suara yang bagus menambah keindahan al-Qur'an."  (HR. an-Nasai,
ad-Darimi dan al-Hakim).
Rasulullah menekankan kepada kita untuk memperbagus bacaan dan suara,
karena hal itu menambah keindahan al-Qur'an, mudah diterima serta
meninggalkan bekas di dalam hati pendengarnya.

3. Merenungkan ketika membaca atau mendengarkannya
Allah telah mengabarkan bahwa Ia telah menurunkan al-Qur'an ini untuk
dibaca dengan perenungan dan pemahaman. Allah berfirman, artinya, "Ini
adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah
supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran
orang-orang yang mempunyai pikiran."  (QS. Shad: 29).
Allah mengingkari orang-orang yang tidak merenungkannya seraya
berfirman, artinya, "Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran
ataukah hati mereka terkunci?" (QS. Muhammad: 24).
Allah juga berfirman, artinya, "Maka apakah mereka tidak memperhatikan
al-Quran? Kalau kiranya al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah
mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya."  (QS. an-Nisa':
82).
Syaikh as-Sa'di berkata tentang ayat di atas: "Allah memerintahkan
agar kitab-Nya direnungkan dan diteliti maknanya dengan tajam untuk
memikirkan asas-asas, ancaman dan perintah-perintahnya."

4. Menangis ketika membaca atau mendengarkannya
Di antara bentuk interaksi dengan al-Qur'an adalah menangis, baik
ketika membaca atau mendengarkannya, karena hal itu merupakan sifat
mukmin yang sebenarnya. Seorang mukmin ketika merenungkan ayat-ayat
al-Qur'an, ia mendapatkan sifat yang sempurna dan agung pada
Tuhan-Nya. Pada saat itu hatinya bergejolak, memuliakan Tuhannya.
Imam an-Nawawi berkata: "Menangis ketika membaca al-Qur'an merupakan
sifat orang yang telah mencapai derajat pengetahuan yang dalam dan
lambang bagi hamba-hamba Allah yang shalih."
Allah telah memuji para nabi-Nya dan hamba-hamba-Nya yang shalih. Dia
berfirman, artinya, "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi
nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari
orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim
dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan
telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah
kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis."
(QS. Maryam: 58)
Allah juga berfirman, artinya, "Dan apabila mereka mendengarkan apa
yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka
mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (al-Qur'an) yang telah
mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri)." (QS. al-Maidah: 83)
Dari Abdullah bin Abbas beliau berkata: "Rasulullah memerintahkanku,
'Bacalah untukku al-Qur'an'. Aku berkata, 'Bagaimana aku akan
membacakan untukmu, padahal al-Qur'an diturunkan kepadamu?' Rasul
menjawab, 'Ya, (tetapi) aku ingin mendengarnya dari selainku.'" Maka
aku membaca surat an-Nisa' hingga sampai pada ayat:
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ
عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا
"Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami
mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami
mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai
umatmu" (QS. an-Nisa': 41)
Beliau bersabda, "Cukup!" dan kedua mata beliau menangis. (HR. al-Bukhari)

5. Beramal

Aspek paling agung dalam berinteraksi dengan al-Qur'an dan bukti
keimanan yang paling tinggi adalah mengamalkannya. Allah berfirman,
artinya,
"Orang-orang yang telah Kami berikan al-Kitab kepadanya, mereka
membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman
kepadanya."{/i] (QS. Al-Baqarah: 121)
Demikian beberapa bentuk interaksi dengan al-Qur'an semoga kita
termasuk orang-orang yang dimudahkan untuk berinteraksi dengan
al-Qur'an, amien… Wallahu a'lam bish shawab.
(Redaksi)

[Sumber:
"Interaksi Dengan Al-Qur'an," Dr. Hafizh bin Muhammad al-Hikami, Darul
Haq, dengan sedikit perubahan]

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

---------------------------------------------------------------------

dari: YAYASAN AL-SOFWA Jakarta


------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

5 Daarut Tauhiid: Juli 2011 ---------- Forwarded message ---------- From: Mailinglist alsofwah To: syiar-alsofwah@alsofwah.or.id Berinteraksi Dengan Al-Qur'an Di an...

[daarut-tauhiid] Jadwal imsakiyah Ramadhan 1432 H / tahun 2011

 

Assalamualaikum wrwb,

Bagi sahabat-sahabat yang memerlukan
Jadwal imsakiyah Ramadhan 1432 H untuk kota Jakarta dan sekitarnya
dapat mendownload dari website Kementrian Agama Republik Indonesia:

http://bimasislam.kemenag.go.id/images/PDF/jakarta.pdf

atau dari situs pkpu di:
http://www.pkpu.or.id/imsyak/jadwal-imsakiyah-ramadhan-1432H(2011).pdf

Jadwal imsakiyah untuk kota-kota lain di Indonesia silakan dilihat di:
http://www.pkpu.or.id/imsyak/

Wassalamualaikum wrwb

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___
5 Daarut Tauhiid: Juli 2011   Assalamualaikum wrwb, Bagi sahabat-sahabat yang memerlukan Jadwal imsakiyah Ramadhan 1432 H untuk kot...

[daarut-tauhiid] Mari Mengamalkan Sunnah Puasa

Mari Mengamalkan Sunnah Puasa

Berikut penjelasan mengenai berbagai hal yang disunnahkan ketika puasa:

*1. Mengakhirkan Sahur*

Disunnahkan bagi orang yang hendak berpuasa untuk makan sahur. Al Khottobi
mengatakan bahwa makan sahur merupakan tanda bahwa agama Islam selalu
mendatangkan kemudahan dan tidak mempersulit.[1] Nabi *shallallahu 'alaihi
wa sallam *bersabda,

ãóäú ÃóÑóÇÏó Ãóäú íóÕõæãó ÝóáúíóÊóÓóÍóøÑú ÈöÔóìúÁò

"*Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur*."[2]

Nabi kita *shallallahu 'alaihi wa sallam* memerintahkan demikian karena di
dalam sahur terdapat keberkahan. Dari Anas bin Malik *radhiyallahu 'anhu*,
Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa sallam* bersabda,

ÊóÓóÍóøÑõæÇ ÝóÅöäóø Ýöì ÇáÓóøÍõæÑö ÈóÑóßóÉð

"*Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah*."[3] An
Nawawi *rahimahullah *mengatakan, "Karena dengan makan sahur akan semakin
kuat melaksanakan puasa."[4]

Makan sahur juga merupakan pembeda antara puasa kaum muslimin dengan puasa
Yahudi-Nashrani (ahlul kitab). Dari Amr bin 'Ash *radhiyallahu 'anhu*,
Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa sallam* bersabda,

ÝóÕúáõ ãóÇ Èóíúäó ÕöíóÇãöäóÇ æóÕöíóÇãö Ãóåúáö ÇáúßöÊóÇÈö ÃóßúáóÉõ ÇáÓóøÍóÑö

"*Perbedaan antara puasa kita (umat Islam) dan puasa ahlul kitab terletak
pada makan sahur*."[5] At Turbasyti mengatakan, "Perbedaan makan sahur kaum
muslimin dengan ahlul kitab adalah Allah *Ta'ala* membolehkan pada umat
Islam untuk makan sahur hingga shubuh, yang sebelumnya hal ini dilarang pula
di awal-awal Islam. Bagi ahli kitab dan di masa awal Islam, jika telah
tertidur, (ketika bangun) tidak diperkenankan lagi untuk makan sahur.
Perbedaan puasa umat Islam (saat ini) yang menyelisihi ahli kitab patut
disyukuri karena sungguh ini adalah suatu nikmat."[6]

Sahur ini hendaknya tidak ditinggalkan walaupun hanya dengan seteguk air
sebagaimana sabda Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam*,

ÇáÓóøÍõæÑõ Ãóßúáõåõ ÈóÑóßóÉñ ÝóáÇó ÊóÏóÚõæåõ æóáóæú Ãóäú íóÌúÑóÚó ÃóÍóÏõßõãú
ÌóÑúÚóÉð ãöäú ãóÇÁò ÝóÅöäóø Çááóøåó ÚóÒóø æóÌóáóø æóãóáÇóÆößóÊóåõ íõÕóáõøæäó
Úóáóì ÇáãõÊóÓóÍöøÑöíäó

"*Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian
meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air. Karena
sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang
makan sahur*."[7]

Disunnahkan untuk mengakhirkan waktu sahur hingga menjelang fajar. Hal ini
dapat dilihat dalam hadits berikut. Dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, ia
berkata,

ÊóÓóÍóøÑúäóÇ ãóÚó ÑóÓõæáö Çááóøåö -Õáì Çááå Úáíå æÓáã- Ëõãóø ÞõãúäóÇ Åöáóì
ÇáÕóøáÇóÉö. ÞõáúÊõ ßóãú ßóÇäó ÞóÏúÑõ ãóÇ ÈóíúäóåõãóÇ ÞóÇáó ÎóãúÓöíäó ÂíóÉð.

"*Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Kemudian kami pun berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas bertanya
pada Zaid, "Berapa lama jarak antara adzan Shubuh **[8]** dan sahur kalian?"
Zaid menjawab, "Sekitar membaca 50 ayat*". [9] Dalam riwayat Bukhari
dikatakan, "*Sekitar membaca 50 atau 60 ayat*."

Ibnu Hajar mengatakan, "Maksud sekitar membaca 50 ayat artinya waktu makan
sahur tersebut tidak terlalu lama dan tidak pula terlalu cepat." Al Qurthubi
mengatakan, "Hadits ini adalah dalil bahwa batas makan sahur adalah sebelum
terbit fajar."

Di antara faedah mengakhirkan waktu sahur sebagaimana dikatakan oleh Ibnu
Hajar yaitu akan semakin menguatkan orang yang berpuasa. Ibnu Abi Jamroh
berkata, "Seandainya makan sahur diperintahkan di tengah malam, tentu akan
berat karena ketika itu masih ada yang tertidur lelap, atau barangkali
nantinya akan meninggalkan shalat shubuh atau malah akan begadang di malam
hari."[10]

*Bolehkah Makan Sahur Setelah Waktu Imsak (10 Menit Sebelum Adzan Shubuh)?*

Syaikh 'Abdul Aziz bin 'Abdillah bin Baz –pernah menjabat sebagai ketua Al
Lajnah Ad Da-imah (Komisi fatwa Saudi Arabia)- pernah ditanya, "Beberapa
organisasi dan yayasan membagi-bagikan Jadwal Imsakiyah di bulan Ramadhan
yang penuh berkah ini. Jadwal ini khusus berisi waktu-waktu shalat. Namun
dalam jadwal tersebut ditetapkan bahwa waktu imsak (menahan diri dari makan
dan minum, -pen) adalah 15 menit sebelum adzan shubuh. Apakah seperti ini
memiliki dasar dalam ajaran Islam? "

Syaikh *rahimahullah* menjawab:

Saya tidak mengetahui adanya dalil tentang penetapan waktu imsak 15 menit
sebelum adzan shubuh. Bahkan yang sesuai dengan dalil Al Qur'an dan As
Sunnah, imsak (yaitu menahan diri dari makan dan minum, -pen) adalah mulai
terbitnya fajar (masuknya waktu shubuh). Dasarnya firman Allah *Ta'ala*,

æóßõáõæÇ æóÇÔúÑóÈõæÇ ÍóÊóøì íóÊóÈóíóøäó áóßõãõ ÇáúÎóíúØõ ÇáúÃóÈúíóÖõ ãöäó
ÇáúÎóíúØö ÇáúÃóÓúæóÏö ãöäó ÇáúÝóÌúÑö

"*Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam,
yaitu fajar*." (QS. Al Baqarah: 187)

Juga dasarnya adalah sabda Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam*,

ÇáÝóÌúÑõ ÝóÌúÑóÇäö ¡ ÝóÌúÑñ íõÍúÑóãõ ÇáØóøÚóÇãõ æóÊóÍöáõø Ýöíúåö ÇáÕóøáÇóÉõ
¡ æóÝóÌúÑñ ÊõÍúÑóãõ Ýöíúåö ÇáÕóøáÇóÉõ (Ãóíú ÕóáÇóÉõ ÇáÕõøÈúÍö) æóíóÍöáõø
Ýöíúåö ÇáØóøÚóÇãõ

"Fajar ada dua macam: [Pertama] fajar diharamkan untuk makan dan dihalalkan
untuk shalat (yaitu fajar shodiq, fajar masuknya waktu shubuh, -pen) dan
[Kedua] fajar yang diharamkan untuk shalat shubuh dan dihalalkan untuk
makan(yaitu fajar kadzib, fajar yang muncul sebelum fajar shodiq,
-pen)."
(Diriwayatakan oleh Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro no. 8024 dalam "Puasa",
Bab "Waktu yang diharamkan untuk makan bagi orang yang berpuasa" dan Ad
Daruquthni dalam "Puasa", Bab "Waktu makan sahur" no. 2154. Ibnu Khuzaimah
dan Al Hakim mengeluarkan hadits ini dan keduanya menshahihkannya
sebagaimana terdapat dalam Bulughul Marom)

Dasarnya lagi adalah sabda Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam*,

Åöäóø ÈöáÇóáÇð íõÄóÐöøäõ Èöáóíúáò ÝóßõáõæÇ æóÇÔúÑóÈõæÇ ÍóÊóøì íõÄóÐöøäó
ÇÈúäõ Ãõãöø ãóßúÊõæãò

"*Bilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari. Makan dan minumlah sampai
kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum*." (HR. Bukhari no. 623 dalam Adzan,
Bab "Adzan sebelum shubuh" dan Muslim no. 1092, dalam Puasa, Bab "Penjelasan
bahwa mulainya berpuasa adalah mulai dari terbitnya fajar"). Seorang
periwayat hadits ini mengatakan bahwa Ibnu Ummi Maktum adalah seorang yang
buta dan beliau tidaklah mengumandangkan adzan sampai ada yang
memberitahukan padanya "Waktu shubuh telah tiba, waktu shubuh telah
tiba."[11]* *

*2. Menyegerakan berbuka*

Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa sallam* bersabda,

áÇó íóÒóÇáõ ÇáäóøÇÓõ ÈöÎóíúÑò ãóÇ ÚóÌóøáõæÇ ÇáúÝöØúÑó

"*Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan
berbuka*."[12]

Dalam hadits yang lain disebutkan,

áóÇ ÊóÒóÇáõ ÃõãóøÊöì Úóáóì ÓõäóøÊöì ãóÇ áóãú ÊóäúÊóÙöÑú ÈöÝöØúÑöåóÇ
ÇáäõÌõæúãó

"*Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku (ajaranku) selama tidak
menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa*."[13] Dan inilah yang ditiru
oleh Rafidhah (Syi'ah), mereka meniru Yahudi dan Nashrani dalam berbuka
puasa. Mereka baru berbuka ketika munculnya bintang. Semoga Allah melindungi
kita dari kesesatan mereka.[14]

Nabi kita *shallallahu 'alaihi wa sallam* biasa berbuka puasa sebelum
menunaikan shalat maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat maghrib
selesai dikerjakan. Inilah contoh dan akhlaq dari suri tauladan kita
*shallallahu
'alaihi wa sallam*. Sebagaimana Anas bin Malik *radhiyallahu 'anhu* berkata,

ßóÇäó ÑóÓõæáõ Çááóøåö -Õáì Çááå Úáíå æÓáã- íõÝúØöÑõ Úóáóì ÑõØóÈóÇÊò ÞóÈúáó
Ãóäú íõÕóáöøìó ÝóÅöäú áóãú Êóßõäú ÑõØóÈóÇÊñ ÝóÚóáóì ÊóãóÑóÇÊò ÝóÅöäú áóãú
Êóßõäú ÍóÓóÇ ÍóÓóæóÇÊò ãöäú ãóÇÁò

"*Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb
(kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau
berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau
berbuka dengan seteguk air*."[15]

1. *3. Berbuka dengan kurma jika mudah diperoleh atau dengan air. *

Dalilnya adalah hadits yang disebutkan di atas dari Anas. Hadits tersebut
menunjukkan bahwa ketika berbuka disunnahkan pula untuk berbuka dengan kurma
atau dengan air. Jika tidak mendapati kurma, bisa digantikan dengan makan
yang manis-manis. Di antara ulama ada yang menjelaskan bahwa dengan makan
yang manis-manis (semacam kurma) ketika berbuka itu akan memulihkan
kekuatan, sedangkan meminum air akan menyucikan.[16]* *

*4. Berdo'a ketika berbuka*

Perlu diketahui bersama bahwa ketika berbuka puasa adalah salah satu waktu
terkabulnya do'a. Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam* bersabda,

ËóáÇóËóÉñ áÇó ÊõÑóÏõø ÏóÚúæóÊõåõãõ ÇáÅöãóÇãõ ÇáúÚóÇÏöáõ æóÇáÕóøÇÆöãõ Íöíäó
íõÝúØöÑõ æóÏóÚúæóÉõ ÇáúãóÙúáõæãö

"*Ada** tiga orang yang do'anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2)
Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do'a orang yang terdzolimi*."[17]
Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do'a karena ketika itu orang yang
berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan
diri.[18]

Dari Ibnu Umar *radhiyallahu 'anhuma*, Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa
sallam* ketika berbuka beliau membaca do'a berikut ini,

ÐóåóÈó ÇáÙóøãóÃõ æóÇÈúÊóáóøÊö ÇáúÚõÑõæÞõ æóËóÈóÊó ÇáÃóÌúÑõ Åöäú ÔóÇÁó
Çááóøåõ

"*Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah
(artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah
ditetapkan insya Allah)*"[19]

Adapun do'a berbuka,

Çááóøåõãóø áóßó ÕõãúÊõ æóÚóáóì ÑöÒúÞößó ÃóÝúØóÑúÊõ

"*Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku
berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)*"[20] Do'a ini berasal dari hadits
hadits dho'if (lemah).

Begitu pula do'a berbuka,

Çááøåõãóø áóßó ÕõãúÊõ æóÈößó ÂãóäúÊõ æóÚóáóì ÑöÒúÞößó ÃóÝúØóÑúÊõ

"*Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthortu*" (*Ya
Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu
aku berbuka)**, *Mula 'Ali Al Qori mengatakan, "Tambahan "wa bika aamantu"
adalah tambahan yang tidak diketahui sanadnya, walaupun makna do'a tersebut
shahih.[21] Sehingga cukup do'a shahih yang kami sebutkan di atas (*dzahabazh
zhomau …*) yang hendaknya jadi pegangan dalam amalan.

*5. Memberi makan pada orang yang berbuka.*

Rasulullah *shallallahu 'alaihi wa sallam* bersabda,

ãóäú ÝóØóøÑó ÕóÇÆöãðÇ ßóÇäó áóåõ ãöËúáõ ÃóÌúÑöåö ÛóíúÑó Ãóäóøåõ áÇó íóäúÞõÕõ
ãöäú ÃóÌúÑö ÇáÕóøÇÆöãö ÔóíúÆðÇ

"*Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang
yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu
sedikit pun juga*."[22]

*6. Lebih banyak berderma dan beribadah di bulan Ramadhan*

Dari Ibnu 'Abbas *radhiyallahu 'anhuma*, ia berkata,

ßóÇäó ÇáäóøÈöìõø – Õáì Çááå Úáíå æÓáã – ÃóÌúæóÏó ÇáäóøÇÓö ÈöÇáúÎóíúÑö ¡
æóßóÇäó ÃóÌúæóÏõ ãóÇ íóßõæäõ Ýöì ÑóãóÖóÇäó ¡ Íöíäó íóáúÞóÇåõ ÌöÈúÑöíáõ ¡
æóßóÇäó ÌöÈúÑöíáõ – Úóáóíúåö ÇáÓóøáÇóãõ – íóáúÞóÇåõ ßõáóø áóíúáóÉò Ýöì
ÑóãóÖóÇäó ÍóÊóøì íóäúÓóáöÎó ¡ íóÚúÑöÖõ Úóáóíúåö ÇáäóøÈöìõø – Õáì Çááå Úáíå
æÓáã – ÇáúÞõÑúÂäó ¡ ÝóÅöÐóÇ áóÞöíóåõ ÌöÈúÑöíáõ – Úóáóíúåö ÇáÓóøáÇóãõ – ßóÇäó
ÃóÌúæóÏó ÈöÇáúÎóíúÑö ãöäó ÇáÑöøíÍö ÇáúãõÑúÓóáóÉö

"*Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar
melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi
di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril 'alaihis salam menemui beliau. Jibril
'alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan
(untuk membacakan Al Qur'an) hingga Al Qur'an selesai dibacakan untuk Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam. Apabila Jibril 'alaihi salam datang
menemuinya, beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin
yang berhembus*."[23]

Ibnul Qayyim *rahimahullah *mengatakan, "Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam
* lebih banyak lagi melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau
memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur'an, shalat, dzikir dan
i'tikaf."[24]

Dengan banyak berderma melalui memberi makan berbuka dan sedekah sunnah
dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga.[25] Dari 'Ali, ia
berkata, Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam* bersabda,

« Åöäóø Ýöì ÇáúÌóäóøÉö ÛõÑóÝðÇ ÊõÑóì ÙõåõæÑõåóÇ ãöäú ÈõØõæäöåóÇ æóÈõØõæäõåóÇ
ãöäú ÙõåõæÑöåóÇ ». ÝóÞóÇãó ÃóÚúÑóÇÈöìñø ÝóÞóÇáó áöãóäú åöìó íóÇ ÑóÓõæáó
Çááóøåö ÞóÇáó « áöãóäú ÃóØóÇÈó ÇáúßóáÇóãó æóÃóØúÚóãó ÇáØóøÚóÇãó æóÃóÏóÇãó
ÇáÕöøíóÇãó æóÕóáóøì áöáóøåö ÈöÇááóøíúáö æóÇáäóøÇÓõ äöíóÇãñ »

"*Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya
terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya*."
Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, "*Bagi siapakah
kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?*" Nabi *shallallahu
'alaihi wa sallam *menjawab: "*Untuk orang yang berkata benar, yang memberi
makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu
manusia pada tidur*."[26]

Semoga sajian ini bermanfaat.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id <http://muslim.or.id/>
------------------------------

[1] 'Aunul Ma'bud, 6/336.

[2] HR. Ahmad 3/367. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini
derajatnya hasan dilihat dari jalur lainnya, yaitu hasan lighoirihi.

[3] HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095.

[4] Al Majmu', 6/359.

[5] HR. Muslim no. 1096.

[6] 'Aunul Ma'bud, 6/336.

[7] HR. Ahmad 3/12, dari Abu Sa'id Al Khudri. Syaikh Syu'aib Al Arnauth
mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya.

[8] Yang dimaksudkan dengan adzan di sini adalah adzan kedua yang dilakukan
oleh Ibnu Ummi Maktum, sebagai tanda masuk waktu shubuh atau terbit fajar
(shodiq). (Lihat Fathul Bari, 2/54)

[9] HR. Bukhari no. 575 dan Muslim no. 1097.

[10] Lihat Fathul Bari, 4/138.

[11] Majmu' Fatawa Ibnu Baz, 15/281-282.

[12] HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098, dari Sahl bin Sa'ad.

[13] HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275. Syaikh Syu'aib Al
Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

[14] Lihat Shifat Shoum Nabi, hal. 63.

[15] HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164. Syaikh Al Albani mengatakan
bahwa hadits ini hasan shahih.

[16] Lihat Kifayatul Akhyar, hal. 289.

[17] HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[18] Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7/194.

[19] HR. Abu Daud no. 2357. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini
hasan.

[20] HR. Abu Daud no. 2358, dari Mu'adz bin Zuhroh. Mu'adz adalah seorang
tabi'in. Sehingga hadits ini mursal (di atas tabi'in terputus). Hadits
mursal merupakan hadits dho'if karena sebab sanad yang terputus. Syaikh Al
Albani pun berpendapat bahwasanya hadits ini dho'if. (Lihat Irwaul Gholil,
4/38)

Hadits semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath Thobroni dari Anas bin Malik.
Namun sanadnya terdapat perowi dho'if yaitu Daud bin Az Zibriqon, di adalah
seorang perowi matruk (yang dituduh berdusta). Berarti dari riwayat ini juga
dho'if. Syaikh Al Albani pun mengatakan riwayat ini dho'if. (Lihat Irwaul
Gholil, 4/37-38)

Di antara ulama yang mendho'ifkan hadits semacam ini adalah Ibnu Qoyyim Al
Jauziyah. (Lihat Zaadul Ma'ad, 2/45)

[21] Mirqotul Mafatih, 6/304.

[22] HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid
bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[23] HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308.

[24] Zaadul Ma'ad, 2/25.

[25] Lihat Lathoif Al Ma'arif, 298.

[26] HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini
hasan.

http://muslim.or.id/ramadhan/mari-mengamalkan-sunnah-puasa.html


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
website: http://dtjakarta.or.id/
====================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
daarut-tauhiid-digest@yahoogroups.com
daarut-tauhiid-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
daarut-tauhiid-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

5 Daarut Tauhiid: Juli 2011 Mari Mengamalkan Sunnah Puasa Berikut penjelasan mengenai berbagai hal yang disunnahkan ketika puasa: *1. Mengakhirkan Sahur* Disunnahkan ba...

[daarut-tauhiid] Kesetiaan Seorang Suami

 

Kesetiaan Seorang Suami

By: M. Agus Syafii

Kesetiaan seorang suami adalah cermin kebahagiaan di dalam hidupnya. Kebahagiaan yang begitu teramat mendalam, mengarungi bahtera rumah tangga. Kebahagiaannya begitu bermakna justru bukan dalam kegembiraan namun disaat keluarganya sedang diuji oleh Allah, Apakah dirinya sanggup melewati ujian itu atau tidak? Kekuatan cinta karena Allah akan mampu melewati semua derita, menanggung beban dalam suka maupun duka, hidup bersama istri dan anak-anaknya. Itulah kebahagiaan bagi seorang suami dengan cintanya yang tulus untuk keluarga. Pernah ada seorang bapak yang diuji oleh Allah. Istri yang dicintainya sedang sakit. bersama putrinya senantiasa menjenguk  istri tercintanya yang terbaring diranjang. disekelilingnya ada alat pengukur tekanan nafas dan tabung untuk memeriksa kesehatan. Bila sampai dirumah sakit, suami yang setia itu datang menggantikan pakaian istrinya dan menanyakan keadaan istrinya. Selalu saja tidak ada perubahan sama sekali. Kondisi istrinya
tetap seperti semula. Tidak ada kemajuan atau perubahan yang membaik. Kesembuhan istrinya seolah tidak bisa diharapkan. Setelah menjenguk dan merawat istrinya, sang bapak dengan putrinya selalu memanjatkan doa kepada Allah agar memberikan kesembuhan. Setelah itu barulah meninggalkan rumah sakit. Beliau hampir setiap hari selalu menjaga, merawat dan mendoakan untuk kesembuhan istrinya.

Meluangkan waktu untuk merawat ditengah kesibukannya yang juga harus bekerja mencari nafkah. Kesediaannya merawat istri yang sedang sakit membutuhkan energi yang sangat besar. Sifat konsistensi untuk menjaga, merawat dan mendoakan istrinya yang sedang sakit sungguh sangat luar biasa. Padahal kondisi istrinya belum pulih. Bahkan ada orang yang menyarankan agar mengunjunginya seminggu sekali aja. Suami setia itu memilih tegar dan bersikukuh untuk menjaga dan merawat istrinya, 'Allah tempat memohon pertolongan.' Ditengah kegelisahan itulah beliau datang ke Rumah Amalia untuk bershodaqoh ke Rumah Amalia agar Allah berkenan memberikan kesembuhan bagi istri yang dicintainya.

Sampai suatu hari sesaat sebelum dirinya datang, istrinya bergerak dari tempat tidur. Dia merubah posisi tidurnya. Tak lama kemudian istrinya membuka kelopak matanya. dan mencopot alat bantu pernapasan. Ternyata istrinya sudah duduk tegap. Dokterpun datang membantu menolong, meminta perawat mencopot alat-alat bantu dan membersihkan bekas alat bantu ditubuhnya. 'Begitu saya datang, saya terperanjat, jantung saya seolah mau copot. Bagaimana tidak, ditengah saya kehabisan harapan, saya melihat istri saya kembali pulih.' Katanya bapak itu dengan tangis haru bercampur bahagia tidak bisa dibendung lagi. Beliau menangis, memanjatkan puji syukur kehadirat Allah yang telah memberikan kesembuhan total terhadap istrinya. 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah.' tuturnya.

Wassalam,
M. Agus Syafii
---
Yuk, hadir di kegiatan 'Salam Amalia (SALMA)' jam 8 s.d 11 pagi, Ahad, 26 Juni 2011, Bila berkenan berpartisipasi buku2, Majalah, buku Pelajaran, peralatan sekolah, baju layak pakai. Kirimkan ke Rumah Amalia. Jl. Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431
 

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___
5 Daarut Tauhiid: Juli 2011   Kesetiaan Seorang Suami By: M. Agus Syafii Kesetiaan seorang suami adalah cermin kebahagiaan di dala...

Jumat, 29 Juli 2011

[daarut-tauhiid] Puasa of the day : Ibarat Semut, Laba-laba dan Lebah

 

Ibarat Semut, Laba-Laba dan Lebah

Tiga binatang kecil ini menjadi nama dari tiga surah di dalam Al-Qur'an.
An Naml [semut], Al 'Ankabuut [laba-laba], dan An Nahl [lebah].

Semut, menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa berhenti.
Konon, binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun.
Padahal usianya tidak lebih dari setahun. Ketamakannya sedemikian besar
sehingga ia berusaha - dan seringkali berhasil memikul sesuatu yang lebih
besar dari tubuhnya.

Lain lagi uraian Al-Qur'an tentang laba-laba. Sarangnya adalah tempat yang
paling rapuh [ Al 'Ankabuut; 29:41], ia bukan tempat yang aman, apapun yang
berlindung di sana akan binasa. Bahkan jantannya disergapnya untuk dihabisi
oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling
memusnahkan. Inilah gambaran yang mengerikan dari kehidupan sejenis binatang.

Akan halnya lebah, memiliki naluri yang dalam bahasa Al-Qur'an - "atas perintah
Tuhan ia memilih gunung dan pohon-pohon sebagai tempat tinggal" [ An Nahl;16:68].
Sarangnya dibuat berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar efisen dalam
penggunaan ruang. Yang dimakannya adalah serbuk sari bunga.
Lebah tidak menumpuk makanan. Lebah menghasilkan lilin dan madu yg sangat manfaat
bagi kita. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, segala yang tidak berguna
disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu kecuali jika diganggu.
Bahkan sengatannya pun dapat menjadi obat.

Sikap kita dapat diibaratkan dengan berbagai jenis binatang ini.
Ada yang berbudaya 'semut'. Sering menghimpun dan menumpuk harta, menumpuk ilmu
yang tidak dimanfaatkan. Budaya 'semut' adalah budaya 'aji mumpung'.
Pemborosan, foya-foya adalah implementasinya.
Entah berapa banyak juga tipe 'laba-laba' yang ada di sekeliling kita. Yang hanya berpikir:
"Siapa yang dapat dijadikan mangsa"
Nabi Shalalahu 'Alaihi Wasallam mengibaratkan seorang mukmin sebagai 'lebah'.
Sesuatu yang tidak merusak dan tidak menyakitkan :
"Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat
dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya"

Semoga kita menjadi ibarat lebah. Insya Allah! [ Dari Lentera Hati - M. Quraish Shihab]
[lm- 03/11]
----------------------------------------------------------
l.meilany
290711/27sya'ban1432h

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___
5 Daarut Tauhiid: Juli 2011   Ibarat Semut, Laba-Laba dan Lebah Tiga binatang kecil ini menjadi nama dari tiga surah di dalam Al-Qur...
< >