+ -

Pages

Jumat, 04 Maret 2011

[daarut-tauhiid] 00T - Tiada PLTN tanpa Syariah

 

Penulis: Oleh: Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar DPP Hizbut Tahrir Indonesia

Kalaupun suatu negara ditawari untuk
dibangunkan PLTN, maka biasanya negara tersebut hanya mendapatkan bahan
jadi, dan lalu timbul ketergantungan, entah pada perawatan atau
penyediaan bahan nuklir.  Mereka yang berusaha membangun PLTN sendiri,
dicurigai sedang membuat senjata nuklir

SETELAH pantai Jepara di Jawa Tengah, kini wilayah Pulau Bangka telah
disurvei oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai kandidat
tapak Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mendatang.  Alasannya wilayah
ini bebas gempa, sehingga membangun PLTN di sana akan relatif aman, ada
potensi bahan thorium yang dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar PLTN dan
krisis listrik, karena BBM untuk PLTD kadang-kadang terlambat dikirim
akibat cuaca buruk.

Namun alasan-alasan positif ini belum dapat
meyakinkan masyarakat agar menerima PLTN.  Ini karena informasi yang
diberikan dirasakan kurang berimbang.  Lebih-lebih bila yang
menyampaikan disinyalir memiliki kepentingan.  Akibatnya informasi
seperti prasyarat yang dibutuhkan, atau dampak yang mungkin terjadi
tidak pernah diberikan dengan jelas dan tuntas. 

 Teknologi
Strategis

Teknologi nuklir dan teknologi ruang
angkasa adalah teknologi paling strategis sejak abad-20.  Kalau umat
Islam terdahulu sampai berjalan jauh ke Cina untuk belajar membuat
kembang api uamh kemudian dikembangkannya menjadi mesiu hingga meriam
raksasa (supergun) saat penaklukan Konstantinopel pada abad 15 masehi
maka semestinya, teknologi nuklir ini juga dikuasai umat Islam.  Hanya
saja negara-negara maju tak akan rela keunggulan mereka disaingi negara
lain, sehingga banyak aspek dari teknologi ini dirahasiakan atau
dibatasi penyebarannya. 

Kalaupun suatu negara ditawari untuk
dibangunkan PLTN, maka biasanya negara tersebut hanya mendapatkan bahan
jadi, dan lalu timbul ketergantungan, entah pada perawatan atau
penyediaan bahan nuklir.  Mereka yang berusaha membangun PLTN sendiri,
dicurigai sedang membuat senjata nuklir.  Contohnya adalah Iran atau
Korea Utara.

Memang benar, bahwa barangsiapa mampu membangun PLTN
sendiri, maka dia juga akan mampu membuat senjata nuklir.  Dalam
sejarahnya, Amerika Serikat telah lebih dulu berhasil meledakkan bom
atomnya, sebelum dapat mengendalikan proses reaksi berantai nuklir itu
dalam sebuah PLTN.  
Alternatif Energi Bersih

Energi nuklir
adalah salah satu energi bersih masa depan, karena tidak menghasilkan
emisi (CO2, SOx, NOx) seperti  halnya PLTD atau PLTU.  Tentu saja sebuah
PLTN juga menghasilkan limbah, baik itu berupa air hangat (yang tidak
radioaktif) maupun sedikit limbah radioaktif yang harus disimpan dengan
aman di ruang anti radiasi untuk ribuan tahun ke depan.

Namun
untuk Indonesia, alternatif sumber energi bersih bahkan terbarukan ini
masih banyak. Kita memiliki potensi panas bumi, angin, surya dan laut
yang berlimpah.  Sekali lagi ini soal teknologi yang akan menentukan
apakah kita dapat segera memanfaatkan semua potensi ini sendiri, atau
harus menunggu uluran tangan (dan jerat hutang) dari bangsa lain.

PLTN Wajib
Disiapkan Serius

Teknologi PLTN adalah teknologi
tinggi.  Hal ini karena kebocoran atau kecelakaan dapat berakibat
fatal.  Bahan radioaktif yang keluar akan memancarkan radiasi sinar
Gamma selama ribuan tahun.  Bila terkena mahluk hidup, radiasi ini akan
merusak sel, menyebabkan kanker atau kemandulan.  Pada kasus kecelakaan
PLTN di Chernobyl tahun 1986, sebuah kota harus dievakuasi, dan kota itu
hingga kini masih menjadi kota mati.  Untuk itu sebuah PLTN modern
harus dibangun dengan keamanan berlapis.  Sistem kontrol otomatis
disiapkan agar bila ada sesuatu yang tak wajar, reaktor otomatis
dimatikan.  Masalahnya adalah bila kelalaian dan korupsi membuat sistem
kontrol itu tak lagi berfungsi. Bangsa kita ini terkenal pintar
membangun, tetapi malas memelihara.  Walhasil, selain kecelakaan saat
pemboran minyak di Lapindo Sidoarjo yang berakibat keluarnya lumpur
panas tak tertangani dari 2006 hingga kini, hampir setiap hari kita
mendengar kecelakaan kereta api, kapal hingga pesawat.

Kita juga
wajib menyiapkan agar PLTN tersebut bila jadi dibangun tidak makin
menjerat kita pada ketergantungan kepada asing, baik dalam bentuk utang,
maupun dalam pengadaan bahan bakar nuklir.  Memang Indonesia punya
uranium, tetapi kadarnya rendah, sedang alat untuk memperkaya uranium
termasuk yang dibatasi, untuk mencegah suatu negara membangun senjata
nuklir.  Sedang thorium yang konon berlimpahpun, mungkin belum bisa
dimanfaatkan, karena hingga kini di dunia belum ada satupun PLTN dengan
bahan bakar thorium.

Program komputer yang dipakai di PLTN juga
harus open-source, agar dapat dirawat dan update sendiri, juga dapat
diaudit dulu, agar tidak disusupi baik oleh spy-ware maupun bom-waktu.

Menyiapkan
PLTN

Kalau syariat Islam diterapkan untuk menyiapkan PLTN, insya
Allah kita akan mendapatkan SDM yang andal, baik dari ketakwaan,
profesionalisme maupun semangat juang.  Ini untuk mengantisipasi agar
mereka tidak lalai dan tidak korupsi dalam menjalankan pekerjaannya, dan
agar mereka senantiasa bekerja keras menguasai teknologi dengan
motivasi spiritual. Pekerjaan nuklir hanya sedikit mentolerir
kecerobohan (zero-tolerance).  

Kemudian syariat pula yang akan
menuntun agar sejak dari tender, pembebasan tanah, perjanjian dengan
luar negeri terkait dengan pembiayaan, alih teknologi dan pengadaan
bahan bakar, hingga pengurusan limbah radioaktif dapat berjalan dengan
transparan, adil, aman, dan berkelanjutan. Hanya dengan syariah, sebuah
proyek PLTN akan aman, mensejahterakan dan melindungi kedaulatan. Tanpa
syariah, PLTN adalah arena mafia, lahan korupsi dan sebuah risiko
serius. (*)

Editor : dedypurwadi
Sumber : bangkapos.com

Salam,
Must Gatot
http://www.facebook.com/gatot.mulyono

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
====================================================
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung - Jakarta - Batam
====================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
====================================================
       website:  http://dtjakarta.or.id/
====================================================
.

__,_._,___
5 Daarut Tauhiid: [daarut-tauhiid] 00T - Tiada PLTN tanpa Syariah   Penulis: Oleh: Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar DPP Hizbut Tahrir Indonesia Kalaupun suatu negara ditawari u...
< >